Outline Reading Is Fun For Kids

I.      Introduction

Thesis Statement     : There are some ways to make reading books fun for children.

II.      Body Paragraph

  • Paragraph 1

Topic Sentence       : Bring your children to library or bookstore and let your  children choose the book

    1. In library or bookstore, the children will be accustomed with book.
    2. Parents can allow their children to choose at least one or two books
    3. the books must be appropriate with their age
  • Paragraph 2

Topic Sentence      : Give story series book and tell story to our children before they go to sleep

    1. A story series book will be good for our children
    2. Children like that their parents tell a story to them before they go to sleep
    3. parents must have intonation, be animated and be imaginative
    4. If children think reading is interesting they will try to read that book
  • Paragraph 3

Topic Sentence      : Get involve the entire family and watch movie after reading book

    1. the best parts of reading is that the children have time with their family
    2. we must show our enthusiasm for the book that child’s reading
    3. Children like watching movie, this way can help child to love read book

III.      Conclusion  : There are many ways to make children loves reading book. To make reading books fun for kids; we can do by involve ourselves and children in process

Reading Is Fun For Kids


            Books are set of written, illustration, and others, made from paper and others materials that usually fastened together. Books have many kinds of type, for example, fiction, and nonfiction. There are some benefits of reading books are, have much knowledge, and get much information in the world. For example, in magazine we can know about fashion, education, entertainment in the world.  However, In Global Era, many people dislike reading books, not only adults but also kids dislike reading books. From the researches, there are 35, 49 % of children books that sold in Gramedia. It shows that children inIndonesiaare not interest with books. Most of all parents worry if their children dislike reading books. The children just like playing games, playing computers, or watching television. Some children think that play sophisticated technology is more fun than read books. If children do and think like that, it will become our problems. Reading books is important for children, especially in their early year. Most of all parents in the world want to have a child who loves reading books, but they do not know the ways to make reading fun for kids. The problems are not only about children who dislike read books but also the solution from that problem. There are some ways to make reading books fun for children.

First, bring your children to the library or bookstore and let your child choose the book. Reading books is great way to learn and read must be fun for kids, if they read their favorite books. We can take our children to library or bookstore; it means children will be accustomed with books. These are examples of bookstores are Gramedia, Gunung Agung, Karisma and others. In addition, remember children can choose any books that they want to read. Parents can allow their children to choose at least one or two books that will increase their reading skills. However, the books must be appropriate with their age. Because children could enjoy reading books when we know that some books are the correct level for our children. At the library, children can try to read books and we must give our children the motivation to read books. It makes children will be pushed to read books. Therefore, parents can take children to the library or bookstore, and let them to choose the book, but the book must appropriate with their age.

Second, give your children serial storybooks and tell the story to them before they go to sleep. Some children are like to imagine the story of the books. Children have more imagination than adult’s people do. Serial story books usually fiction books. It will be good for our children because it will practice children’s imagination. There are some examples of fiction book that good for children, Harry Potter, Narnia, goose bumps, and others. Children also like it when their parents tell some stories to them before they go to sleep. Remember parents must have intonation, be animated and be imaginative. Because it will make the children like to the story in the book. If they think, reading is interesting they will try to read that book. So, give the children some serial storybooks and tell the children the story before children go to sleep will make children like to reading books. Moreover, this way is the effective way for parents.

Third, get involve the entire family and watch movie after reading books. One of the best parts of reading is that the children have time with their parents or family. To make reading more fun, we must show our enthusiasm to the children’s favorite books. We can bring things if necessary. For example, if we reading about pirates we can bring fake sword, and act become a pirate with our children. Children like to watch movie, it can help children to love reading books. Some stories in the books become stories in the movie. Such as, Harry potter, the lord of the rings, Narnia, and others. The example for this way is, in the night we read Harry potter book, afterwards in the next day children can watch Harry potter movie like the story in the book that they read at night. Therefore, parents and the family must be involved and watch movie after reading books.

In short, the knowledge in the world can be gain with reading books. If you want to have smart children, they should have learned to love reading books. There are many ways to make children love-reading books. To make reading books fun for kids; we can be done by involve the entire family and the children in process. Try to make children think that the book is cooler than games or play station. These ways can be use for 4-8 years old children.

B E B A S A K T I F

B E B A S  A K T I F

Dua kata tersebut terdengat sempurna untuk menggambarkan keadaan politik luar negeri suatu negara. Politik luar negeri Bebas Aktif menunjukan suatu sikap ketidakberpihakkan namun juga tidak menunjukan suatu netralitas. Seperti yang dikatakan Mohammad Hatta dalam Pidato “Mendayung Antara Dua Karang” , aktif dalam politik luar negeri Indonesaia bebas aktif menunjukan  suatu intensitas Indonesia untuk ikut serta dalam menjaga dan menciptakan perdamaian dunia. yang dimaksud Bung Hatta , sebagai pencetus politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif adalah Indonesia tidak memihak adidaya dunia namun bukan berarti Indonesia mundur dari arena pertentangan internasional, melainkan Indonesia akan terus aktif untuk melakukan upaya untuk menciptakan perdamaina dunia.

Alasan Indonesia memilih politik luar negeri bebas aktif tertuang dalam pidato Mohammad Hatta yang berjudul “Mendayung Antara Dua Karang” :

“Pemerintah memiliki pendapat tegas bahwa kebijakan terbaik diadopsi adalah tidak menjadikan kita objek konflik internasional. Sebaliknya, kita harus menjadi subjek yang memiliki hak untuk memutuskan takdir kita sendiri serta berjuang untuk tujuan kita, yaitu kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Pidato diatas menunjukan bahwa bangsa Indonesia ingin mennetukan sendiri kebijakan yang akan dipilih sehubungan dengan berbagai konflik internasional yang terjadi tanpa dipengaruhi oleh negara lain. Indonesia tidak ingin dijadikan objek yang digunakan negara adidaya untuk memuluskan tujuan dan kepentingan mereka. Indonesia juga memiliki cita-cita untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaina abadi, dan keadilan sosial.

Untuk mewujudkan cita-citanya, Indonesia akan selalu berpartisipasi aktif dalam dunia internasional. Kedua hal ini yang menjadi alasan Indonesia memilih Politik Luar Negeri Bebas Aktif. Hal yang melatarbelakangi keputusan Indonesia unutk menganut politik luar negeri bebas aktif adalah Perang Dingin. Perang Dingin itu sendiri merupakan sebuah konflik ideologi yang didasarkan pada perbedaan sistem ekonomi yang dianut oleh dua negara adidaya kala itu, Amerika Serikat dan Rusia. Ketika itu, dunia terbagi dalam dua kubu, kubu negara-negara maju yang dipimpin Amerika Serikat, dan kubu negara berkembang dan komunis yang dipimpin Rusia. Seperti halnya negara lain, Indonesia pun diwajibkan memilih untuk bergabung dengan salah satu blok, yang berarti menjadi musuh blok yang lain. Indonesia, yang saat itu masih termasuk negara baru, begitu dipenuhi semangat kebangsaan. Indonesia terus-menerus menekankan bahwa mereka tidak ingin kembali ditindas oleh bangsa lain, dalam bentuk apa pun juga. Indonesia khawatir, dengan berpihak pada salah satu blok, Indonesia akan merasa terus-menerus, tergantung pada negara pemimpin blok tersebut. Ketergantungan itu diyakini Indonesia akan menyebabkan kedaulatan mereka terganggu. Inilah sebabnya, Indonesia tidak ingin berpihak pada blok mana pun. Indonesia merasa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri. Ini juga yang menyebabkan Indonesia kemudian memilih untuk menganut politik luar negeri bebas aktif. Pada hakikatnya, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif merupakan dambaan setiap negara. Namun sayangnya, teori tinggal teori. Pelaksanaan dari politik luar negeri bebas aktif itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Yang terjadi adalah Indonesia selalu menunjukkan kecenderungan ke salah satu pihak, Barat atau Timur.

Berikut adalah kecenderungan yang terjadi dalam penerapan politik luar negeri Indonesia dari masa ke masa :

  1. pada masa pemerintahan Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Pada era pemerintahan Soekarno, yaitu sejak tahun 1945 sampai tahun 1965, pelaksanaan politik luar negeri Indonesia dapat dikatakan cenderung ke arah kiri. Kedekatan Indonesia pada Blok Timur juga terlihat dari terbentuknya berbagai kelompok-kelompok komunis di Indonesia, salah satu contohnya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI).
  2. Menjelang masa pemerintahan Presiden Soeharto, yaitu dari tahun 1965 sampai tahun 1998, politik luar negeri Indonesia menjadi lebih condong ke kanan. Hal ini ditunjukkan dengan membaiknya hubungan Indonesia dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. Indonesia, yang pada jaman pemerintahan. Hal ini dikarenakan pada masa ini, Indonesia sedang mengalami fase pembangunan sebagai negara baru yang sedang berbenah. Berbagai pembangunan yang dilakukan ini tentunya membutuhkan dana yang cukup besar. Dana ini diperoleh Indonesia dari pinjaman pada negara-negara Barat, sehingga pada waktu itu dapat dikatakan Indonesia menjadi sangat tergantung pada Barat dalam hal kekuatan ekonomi. Kedekatan Indonesia dengan Barat kala itu tidak hanya berlaku di bidang ekonomi, namun juga di bidang industri dan keamanan. Amerika Serikat, sebagai negara adidaya yang sudah maju industri dan keamanannya, kala itu sangat dekat hubungannya dengan Indonesia.
  3. Pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie, politik luar negeri Indonesia terlihat seperti tidak mengalami perubahan yang cukup berarti. Hal ini mungkin disebabkan karena masih menjabatnya Ali Alatas sebagai Menteri Luar Negeri, seperti yang terjadi pada jaman Orde Baru. Indonesia masih dapat dikatakan pro-Barat. Kerja sama Indonesia dengan Barat kala itu memang banyak mendatangkan dampak positif, salah satunya adalah berbagai kemajuan di bidang teknologi, industri, dan ekonomi.
  4. Pada masa Abdurrahman Wahid. Saat itulah, terjadi perbedaan yang cukup berarti pada politik luar negeri Indonesia. Pada masa jabatannya, Abdurrahman Wahid banyak mengadakan kunjungan ke berbagai negara-negara berkembang, yang kemudian banyak mendatangkan tanggapan positif berupa janji untuk memberikan bantuan-bantuan ekonomi bagi Indonesia oleh negara-negara berkembang yang dikunjunginya, yang sebagian besar tergabung dalam ASEAN. Hubungan Indonesia dengan sesama negara berkembang yang tadinya sempat terbengkalai pun kembali terjalin. Tidak hanya itu, Abdurrahman Wahid juga mengurangi berbagai kunjungan ke Amerika Serikat, yang tadinya sering dilakukan di masa-masa sebelumnya. Sehingga dapat dikatakan, jika dilihat dari berbagai kunjungan yang dilakukan Abdurrahman Wahid, saat itu Indonesia menjadi seperti lebih pro Timur.
  5. Presiden Indonesia yang selanjutnya adalah Megawati Soekarnoputri. Di bawah pimpinan Megawati, politik luar negeri Indonesia kembali condong ke kanan. Ini ditandai dengan dijadikannya AS sebagai negara non-Asia pertama yang dikunjungi Megawati.

Dari penjelasan di atas, dapat kita lihat bahwa pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif sebenarnya tidak pernah terjadi. Indonesia selalu cenderung lebih condong ke salah satu blok. Ternyata pelaksanaan politik luar negeri Indonesia berbeda-beda, tergantung siapa yang sedang memimpin Indonesia kala itu. Karakteristik politik luar negeri Indonesia seperti bergantung pada karakteristik dan orientasi pemimpinnya kala itu. Hal ini sangat berbahaya, karena sebenarnya politik luar negeri suatu negara bukan ditentukan oleh karakteristik maupun orientasi dalam diri pemimpinnya. Jika pelaksanaan politik luar negeri suatu negara hanya bergantung pada keputusan pemimpinnya, akan terjadi suatu ketidaktegasan. Negara lain akan menganggap negara itu tidak konsisten dalam menentukan sikapnya, karena keberpihakan negara akan berganti-ganti seiring dengan pergantian pemimpinnya. Ini dapat berdampak buruk di kemudian hari pada hubungan internasional negara tersebut dengan negara-negara lain, apalagi pada masa globalisasi seperti sekarang ini—di mana hubungan antar negara merupakan hal yang penting untuk menentukan kelangsungan hidup dan kemakmuran suatu negara. Hal inilah yang terjadi pada Indonesia. Indonesia seperti tidak mempunyai arah dan orientasi yang jelas dalam menentukan politik luar negerinya. Pelaksanaan politik luar negeri di Indonesia terkesan asal-asalan dan tidak profesional.  Inilah yang menyebabkan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia—yang seharusnya bebas aktif—menjadi tidak jelas dan tidak sesuai dengan prinsip awalnya.

Merangkum dari pandangan Prof. Dr. Emil Salim tersebut, sangatlah bijaksana bila Indonesia dapat lebih mendekatkan dirinya pada negara-negara Asia, yang berarti Indonesia akan lebih pro Timur. Selain itu, identitas bangsa Indonesia yang memang merupakan bangsa Timur juga memperkuat Indonesia untuk lebih pro Timur; Indonesia merasa senasib dengan negara-negara Timur.  Merangkum semua argumen di atas, penulis ingin mengatakan pada hakikatnya apapun pilihan Bangsa Indonesia, baik itu pro Barat maupun pro Timur, keduanya sah-sah saja dilakukan. Yang penulis ingin tekankan adalah Indonesia sudah tidak seharusnya menganut politik luar negeri bebas aktif. Selain sudah tidak relevan dengan jaman sekarang, penerapan bebas aktif tersebut ternyata tidak pernah bisa dilakukan Indonesia. Pada kenyataannya, „bebas aktif‟ merupakan hal yang terlalu idealis sehingga sangat sulit dilakukan. Pelaksanaan „bebas aktif‟ Indonesia itu pada akhirnya akan mendatangkan kesan plin-plan dan tidak konsisten, yang dapat menyebabkan turunnya harga diri Bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Hal ini sangatlah buruk. Oleh karena itu, penulis berpendapat seyogyanya Indonesia mulai membuka matanya dan menyadari berbagai kelemahan yang ada dalam politik luar negeri bebas aktif ini. Seyogyanya Indonesia mau berubah dan mau menentukan orientasi politiknya secara lebih tegas sekarang, bukan lagi bersembunyi dalam kedok „bebas aktif‟.

Sejak pemerintahan kabinet parlementer hingga kabinet presidensial di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekarang, politik bebas-aktif tetap menjadi pegangan utama pelaksanaan hubungan internasional Indonesia. Politik bebas-aktif menjadikan Indonesia sebagai subjek sehingga implementasi politik bebas-aktif tidak menjadi sesuatu yang kaku. Politik bebas-aktif juga membuka ruang bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan definisinya sendiri tentang politik bebas-aktif itu sendiri. Satu hal yang pasti, politik bebas-aktif memiliki satu persamaan pokok yang tidak akan pernah berubah, baik sejak zaman kabinet parlementer, kabinet presidensial sekarang, maupun pemerintahan yang akan datang, yaitu mengabdi kepada kepentingan nasional bangsa Indonesia. Pasca-Orde Baru, salah satu kepentingan nasional kita adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Politik luar negeri RI harus mampu menyatukan setiap upaya demi kepentingan nasional. Politik luar negeri yang dianut Indonesia adalah bebas aktif. Artinya, Politik Luar negeri yang kita anut bukan menjadikan Indonesia netral terhadap suatu permasalahan melainkan bebas menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional serta tidak mengikatkan diri hanya pada satu kekuatan dunia. Aktif berarti kita ikut memberikan sumbangan, baik dalam bentuk pemikiran maupun keikutsertaan kita secara aktif dalam menyelesaikan berbagai konflik, sengketa dan permasalahan dunia lainnya, seperti yang tertera dalam Pembukaan UUD 45 yaitu agar terwujudnya ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, maka kepentingan nasional Indonesia adalah melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kepentingan nasional tersebut diaktualisasikan salah satunya dengan pelaksanaan politik luar negeri bebas dan aktif. Oleh karena itu pemerintah harus senantiasa bersikap “bebas” dan “aktif” sehingga dalam mencapai kepentingan nasionalnya dengan dunia internasional, Indonesia tetap menjunjung politik bebas aktif.

Kaya Mental

Sekedar berbagi nih..

mungkin banyaak ya yang bertanya-tanya apa sih “Kaya Mental” itu?

aku sendiri belom tau banget sih kaya mental itu apa. Jadi tuh aku dapat sms dari bapakku tentang “Kaya Mental”

well, ini isi smsnya..

” kamu harus KAYA MENTAL, orang yang memiliki kaya mental pasti mempunyai sifat – sifat :

  • jujur
  • tanggung jawab
  • yakin
  • percaya diri
  • sabar
  • suka tantangan
  • berkompetisi
  • disiplin
  • kerja keras
  • komitmen
  • punya integritas
  • ulet
  • pantang menyerah
  • menghargai waktu
  • kemauan untuk belajar
  • berani
  • mencintai pekerjaan
  • tegar
  • rajin
  • bisa bekerja sama
  • bersyukur

banyaak juga ya sifat-sifat untuk menjadi seseorang yang memiliki kaya mental itu..
hayoo, kita coba terapin sifat-sifat diatas supaya nanti menjadi seorang yang memiliki kaya mental + mempunyai hidup dengan baik.. 😀 

Timing is Now !

Akhirnyaa setelah sekian lama berpikir apakah harus lanjut untuk mencoba untuk menulis atau tidak..
daaan jeng jeng jeng..

TIMING IS NOW!

dan yah aku putuskan untuk memakai blog ini buat menulis + mempublikasi kan tulisan ku.. hehe
tapi mungkin kategori tulisanku disini lebih ke berbagi ilmu kali yah..

yah semoga aja deh blog nya bermanfaat buat semuaanya.. 🙂

“Kalo ga sekarang, mau kapan lagi?”